
Lowongan Kerja Bintara Polri Gelombang II Terbaru
Informasi Gaji
Rp 3.000.000 - Rp 8.000.000 / bulan (estimasi)
Sebelum lamar · 3 menit
Mau lamar posisi ini? Pastikan CV kamu lolos sistem ATS dulu.
Perusahaan menyaring berkas dengan mesin ATS sebelum dibaca manusia. CV yang tidak ATS-friendly bisa gugur lebih dulu. Cek skor CV ATS 0–100 + tahu salahnya di mana — gratis, tanpa daftar.
Baru di dunia kerja? Baca dulu panduan CV ATS dan cara membuat surat lamaran kerja.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka Penerimaan Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2024. Seleksi ini terbuka bagi pria dan wanita yang ingin bertugas sebagai anggota Polri di seluruh wilayah Indonesia. Pendaftaran berlangsung 4 April sampai 25 April 2024 melalui Polda sesuai domisili kamu.
Posisi dan Kualifikasi Bintara Polri Gelombang II
Ada lima jalur yang bisa kamu pilih pada penerimaan kali ini. Setiap jalur punya syarat pendidikan dan tinggi badan sendiri, jadi baca dengan teliti sebelum mendaftar.
- Bintara PTU (Polisi Tugas Umum)
- Bintara Kompetensi Khusus Tenaga Kesehatan (Nakes)
- Bintara Kompetensi Khusus Hukum
- Bintara Kompetensi Khusus Kehumasan/TI
- Bintara Kompetensi Khusus Pariwisata
Persyaratan Umum
- Warga Negara Indonesia
- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
- Pendidikan paling rendah SMU/sederajat
- Berumur paling rendah 18 tahun pada saat dilantik menjadi anggota Polri
- Sehat jasmani dan rohani
- Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan, dibuktikan dengan SKCK dari Polres setempat
- Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela
Persyaratan Khusus
- Jenis kelamin pria dan wanita, bukan anggota atau mantan anggota Polri/TNI dan PNS, serta belum pernah mengikuti pendidikan pembentukan Polri/TNI
- Berijazah serendah-rendahnya SMA/SMK/MA/MAK/SPM/PDF, bukan lulusan atau berijazah Paket A, B, dan C. Lulusan tahun 2020-2021 melampirkan nilai rata-rata ijazah minimal 65,00 atau C, peserta dari Polda Papua dan Papua Barat minimal 60,00 atau C. Lulusan tahun 2022-2023 minimal 70,00 atau B, peserta dari Polda Papua dan Papua Barat minimal 65,00 atau C. Lulusan tahun 2024 akan ditentukan kemudian. Khusus peserta Orang Asli Papua (OAP) diperbolehkan berijazah Paket A dan Paket B
- Lulusan program D-I sampai dengan Sarjana Terapan dan S-I memiliki IPK minimal 2,75 dengan prodi terakreditasi
- Bagi yang masih duduk di kelas XII atau lulusan tahun 2024, melampirkan nilai rata-rata rapor semester V kelas XII minimal 75,00 atau minimal B bila menggunakan huruf, peserta dari Polda Papua dan Papua Barat minimal 70,00 atau minimal B
- Ijazah dari sekolah di luar negeri harus mendapat pengesahan dari Kemendikbudristek
- Usia lulusan SMA/sederajat minimal 17 tahun 7 bulan dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan
- Usia lulusan program D-I sampai dengan D-III minimal 17 tahun 7 bulan dan maksimal 23 tahun pada saat pembukaan pendidikan
- Usia lulusan program Sarjana Terapan/D-IV dan S-I minimal 17 tahun 7 bulan dan maksimal 27 tahun pada saat pembukaan pendidikan
- Khusus OAP, usia lulusan SMA/sederajat maksimal 25 tahun, lulusan D-I sampai D-III maksimal 27 tahun, serta lulusan Sarjana Terapan/D-IV dan S-I maksimal 29 tahun
- Belum pernah menikah secara hukum positif, agama, atau adat, belum pernah hamil atau melahirkan, belum memiliki anak biologis, dan sanggup tidak menikah selama pendidikan pembentukan. Peserta yang diketahui pernah menikah dinyatakan gugur dan digantikan peserta dengan peringkat tertinggi sesuai jenis kelamin dan jalur tes di Polda tersebut
- Tidak bertato dan tidak memiliki tindik di telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan ketentuan agama atau adat
- Dinyatakan bebas narkoba berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan oleh Panpus/Panda
- Tidak mendukung atau ikut serta dalam organisasi atau paham yang bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika
- Tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma agama, kesusilaan, sosial, dan hukum
- Membuat surat pernyataan bermaterai tentang kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua bidang tugas kepolisian, ditandatangani calon peserta dan diketahui orang tua atau wali
- Membuat surat pernyataan bermaterai untuk tidak mempercayai pihak yang menawarkan, menjanjikan, dan menjamin kelulusan, ditandatangani calon peserta dan diketahui orang tua atau wali
- Peserta berdomisili minimal 2 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar, terhitung saat pembukaan pendidikan, dengan melampirkan Kartu Keluarga dan atau Kartu Tanda Penduduk. Peserta OAP yang mendaftar di Polda Papua atau Papua Barat tidak dikenakan ketentuan domisili
- Peserta OAP yang berdomisili di Papua atau Papua Barat namun bertempat tinggal di luar wilayah tersebut dapat mendaftar dan mengikuti tes di Polda sesuai tempat tinggal, dengan ketentuan mengikuti kuota kelulusan dan perangkingan Polda Papua atau Papua Barat sesuai domisili
- Peserta jalur Bakomsus tidak dikenakan ketentuan tentang domisili
- Peserta yang tidak memenuhi ketentuan domisili di atas dapat mendaftar di Polda sesuai domisili sebelumnya, terhitung dari riwayat domisili lamanya, dengan verifikasi oleh Panitia Daerah dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
- Peserta yang sudah bekerja tetap sebagai pegawai atau karyawan wajib mendapat persetujuan atau rekomendasi dari kepala instansi, serta bersedia diberhentikan dari status pegawai bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri
- Peserta yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS Kesehatan yang aktif
Kualifikasi per Jalur
1. Bintara PTU (Polisi Tugas Umum)
- Berijazah serendah-rendahnya SMA/MA bukan lulusan Paket A, B, atau C
- SMK/MAK semua program keahlian kecuali jurusan tata busana dan tata kecantikan
- Satuan Pendidikan Muadalah (SPM/setingkat SMA) pada pondok pesantren dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF/setingkat SMA)
- Program D-I sampai dengan program Sarjana Terapan dan S-I dengan IPK minimal 2,75 dan prodi terakreditasi
- Tinggi badan minimal pria 163 cm dan wanita 158 cm untuk umum, wilayah perbatasan (Wiltas), pulau-pulau kecil terluar (PPKT), dan pulau-pulau terpencil (PPT)
- Khusus ras Melanesia di Polda Papua dan Papua Barat, pria 160 cm dan wanita 155 cm
2. Bintara Kompetensi Khusus Tenaga Kesehatan (Nakes)
- Berijazah serendah-rendahnya program D-III sampai dengan program Sarjana Terapan dan S-I dengan IPK minimal 2,75 dan prodi terakreditasi
- Program studi: Kebidanan, Keperawatan, Farmasi, Keperawatan Anastesiologi, Kesehatan Gigi, Radiologi, Elektro Medik, Analis Lab, Pranata Radiologi, Kesehatan Lingkungan, dan Fisioterapi
- Tinggi badan minimal pria 163 cm dan wanita 160 cm untuk umum, Wiltas, PPKT, dan PPT
- Khusus ras Melanesia di Polda Papua dan Papua Barat, pria 160 cm dan wanita 155 cm
3. Bintara Kompetensi Khusus Hukum
- Berijazah serendah-rendahnya program S-I dengan IPK minimal 2,75 dan prodi terakreditasi
- Program studi: Hukum dan Hukum Internasional
- Tinggi badan minimal pria 163 cm dan wanita 160 cm untuk umum, Wiltas, PPKT, dan PPT
- Khusus ras Melanesia di Polda Papua dan Papua Barat, pria 160 cm dan wanita 155 cm
4. Bintara Kompetensi Khusus Kehumasan/TI
- Berijazah serendah-rendahnya SMK/MAK jurusan Desain Grafis, Teknik Komputer dan Jaringan, Elektro, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Teknik Audio dan Video, Desain Komunikasi Visual, serta Teknologi Informasi Jaringan
- Berijazah serendah-rendahnya program D-III sampai dengan program Sarjana Terapan dan S-I dengan IPK minimal 2,75 dan prodi terakreditasi, meliputi Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Teknik Komputer dan Jaringan, Desain Komunikasi Visual, serta Ilmu Komunikasi (Jurnalistik atau Public Relations)
- Tinggi badan minimal pria 163 cm dan wanita 160 cm untuk umum, Wiltas, PPKT, dan PPT
- Khusus ras Melanesia di Polda Papua dan Papua Barat, pria 160 cm dan wanita 155 cm
5. Bintara Kompetensi Khusus Pariwisata
- Berijazah serendah-rendahnya SMK/MAK Pariwisata kecuali program keahlian Tata Busana dan Tata Kecantikan, Usaha Layanan Pariwisata, serta Ekowisata
- Program D-I sampai dengan program Sarjana Terapan dan S-I dengan IPK minimal 2,75 dan prodi terakreditasi, meliputi Pemandu Pariwisata (Tour Guiding), Ekowisata, Ekowisata Laut, serta Perjalanan dan Wisata (Tour and Travel)
- Program D-IV atau S-I dengan IPK minimal 2,75 dan prodi terakreditasi dengan program studi Pariwisata
- Tinggi badan minimal pria 163 cm dan wanita 160 cm untuk umum, Wiltas, PPKT, dan PPT
- Khusus ras Melanesia di Polda Papua dan Papua Barat, pria 160 cm dan wanita 155 cm
Tanggung Jawab
Sebagai anggota Polri, kamu mengemban tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Lingkup kerjanya luas dan menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.
- Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat
- Menegakkan hukum
- Memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat
- Mengatur lalu lintas
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua bidang tugas kepolisian
Cara Melamar Bintara Polri Gelombang II
Pendaftaran dilakukan lewat website resmi penerimaan Polri. Pilih jalur sesuai kualifikasi kamu, lalu lengkapi berkas yang diminta.
- Bintara PTU (Polisi Tugas Umum), daftar melalui kanal resmi jalur PTU
- Bintara Kompetensi Khusus Tenaga Kesehatan (Nakes), daftar melalui kanal resmi jalur Nakes
- Bintara Kompetensi Khusus Hukum, daftar melalui kanal resmi jalur Hukum
- Bintara Kompetensi Khusus Kehumasan/TI, daftar melalui kanal resmi jalur Kehumasan/TI
- Bintara Kompetensi Khusus Pariwisata, daftar melalui kanal resmi jalur Pariwisata
Masa pendaftaran dibuka 4 April 2024 sampai 25 April 2024. Pengumuman lengkap bisa kamu unduh dalam berkas PDF berukuran 294.08 KB di laman resmi penerimaan.
Baca juga informasi pendamping berikut: Penerimaan Anggota Polri Taruna/I Akpol Tahun Anggaran 2024 dan Pengumuman Penerimaan Tamtama Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2024.
Hati-hati terhadap segala bentuk penipuan. Pendaftaran ini gratis dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.
Tentang Perusahaan
Polri adalah lembaga kepolisian nasional Indonesia yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Sebelumnya lembaga ini bernama Badan Polisi Negara (BPN), Djawatan Polisi Negara (DPN), dan Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI). Polri berdiri pada 11 September 1945 dan memakai moto Rastra Sewakotama, yang berarti abdi utama bagi nusa bangsa.
Visi Polri adalah terwujudnya Indonesia yang aman dan tertib guna mendukung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong.
FAQ Bintara Polri Gelombang II
Siapa saja yang boleh mendaftar Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2024?
Pria dan wanita WNI yang bukan anggota atau mantan anggota Polri/TNI dan PNS, belum pernah mengikuti pendidikan pembentukan Polri/TNI, serta memenuhi syarat pendidikan dan usia. Peserta juga harus berdomisili minimal 2 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar, kecuali peserta OAP di Polda Papua dan Papua Barat serta jalur Bakomsus.
Berapa batas usia pelamar?
Lulusan SMA/sederajat maksimal 21 tahun, lulusan D-I sampai D-III maksimal 23 tahun, dan lulusan Sarjana Terapan/D-IV serta S-I maksimal 27 tahun saat pembukaan pendidikan. Khusus OAP, batasnya 25 tahun untuk SMA, 27 tahun untuk D-I sampai D-III, dan 29 tahun untuk D-IV atau S-I.
Kapan pendaftaran ditutup dan apakah ada biaya?
Pendaftaran dibuka 4 April 2024 hingga 25 April 2024 melalui website resmi penerimaan Polri. Seluruh proses tidak dipungut biaya apa pun, jadi waspadai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan.





