
Lowongan Kerja Taruna/I Akpol Kepolisian Negara RI
Informasi Gaji
Rp 3.000.000 - Rp 8.000.000 / bulan (estimasi)
Sebelum lamar · 3 menit
Mau lamar posisi ini? Pastikan CV kamu lolos sistem ATS dulu.
Perusahaan menyaring berkas dengan mesin ATS sebelum dibaca manusia. CV yang tidak ATS-friendly bisa gugur lebih dulu. Cek skor CV ATS 0–100 + tahu salahnya di mana — gratis, tanpa daftar.
Baru di dunia kerja? Baca dulu panduan CV ATS dan cara membuat surat lamaran kerja.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka Penerimaan Anggota Polri Taruna/I Akpol Tahun Anggaran 2024. Rekrutmen ini menjadi jalur calon Perwira Polri untuk meraih pangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA) melalui pendidikan pembentukan Taruna/I Akpol. Pendaftaran berlangsung secara nasional dan ditutup 21 April 2024.
Posisi & Kualifikasi Taruna/I Akpol
Posisi yang dibuka adalah Taruna/I Akpol Tahun Anggaran 2024. Pelamar yang lolos akan mengikuti pendidikan pembentukan dan diarahkan menjadi Perwira Pertama Polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA).
Persyaratan Umum
- Warga Negara Indonesia, pria atau wanita.
- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
- Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari institusi kesehatan.
- Berumur paling rendah 18 tahun pada saat diangkat menjadi anggota Polri.
- Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan, dibuktikan dengan SKCK.
- Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela.
Persyaratan Khusus
- Pria atau wanita, bukan anggota atau mantan anggota Polri/TNI dan PNS, serta belum pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI.
- Berijazah serendah-rendahnya SMA/MA/Sederajat, bukan lulusan atau berijazah Paket A, B, dan C.
- Untuk lulusan SMA/MA jurusan IPA/IPS dibuktikan dengan ijazah dari Kemendikbudristek. Lulusan PDF/SPM dibuktikan dengan ijazah dari Kemenag.
- Nilai kelulusan rata-rata lulusan 2019: nilai rata-rata UN minimal 70.
- Lulusan 2020 sampai 2021: nilai rata-rata ijazah minimal 70,00 atau B bagi yang memakai huruf. Konversi huruf: A 80 sampai 89, B 70 sampai 79, C 60 sampai 69, D 50 sampai 59.
- Lulusan 2022 sampai 2023: nilai rata-rata ijazah minimal 75,00 atau B.
- Lulusan 2024: nilai kelulusan rata-rata akan ditentukan kemudian.
- Khusus Papua dan Papua Barat, lulusan 2019: nilai rata-rata UN minimal 60.
- Khusus Papua dan Papua Barat, lulusan 2020 sampai 2021: nilai rata-rata ijazah minimal 65,00 atau C.
- Khusus Papua dan Papua Barat, lulusan 2022 sampai 2023: nilai rata-rata ijazah minimal 70,00 atau B.
- Khusus Papua dan Papua Barat, lulusan 2024: nilai akan ditentukan kemudian.
- Lulusan 2024 yang masih kelas XII saat mendaftar: nilai rapor rata-rata semester V kelas XII minimal 80,00 atau A. Khusus Polda Papua dan Papua Barat minimal 75,00 atau B.
- Peserta berumur 16 sampai 17 tahun, lulusan 2024 yang masih kelas XII: nilai rapor rata-rata semester V kelas XII minimal 85,00 atau A, nilai rapor Bahasa Inggris minimal 85,00 atau A, dan sertifikat TOEFL minimal 500.
- Peserta berumur 16 sampai 17 tahun, lulusan 2023 atau sebelumnya: nilai rata-rata ijazah minimal 85,00 atau A, nilai rapor Bahasa Inggris minimal 85,00 atau A, dan sertifikat TOEFL minimal 500.
- Lulusan 2016 sampai 2019 yang mengikuti Ujian Nasional perbaikan, serta peserta yang mengulang di kelas XII, baik di sekolah sama atau berbeda, tidak dapat mendaftar.
- Pendaftar dari Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) di pondok pesantren: nilai kelulusan rata-rata hasil imtihan wathioni atau ujian akhir muadalah minimal 75,00 atau B.
- Berumur minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan.
- Tinggi badan minimal dengan berat badan seimbang: pria 165 cm, wanita 163 cm.
- Belum pernah menikah secara hukum positif, agama, atau adat. Belum pernah hamil atau melahirkan, belum pernah memiliki anak biologis, dan sanggup tidak menikah selama pendidikan pembentukan.
- Tidak bertato dan tidak memiliki tindik telinga atau anggota badan lain, kecuali karena ketentuan agama atau adat.
- Peserta yang gagal atau TMS dalam proses tes karena tindak pidana yang berkekuatan hukum tetap tidak dapat mendaftar kembali.
- Mantan Taruna/I atau Siswa/I yang diberhentikan tidak dengan hormat dari pendidikan yang dibiayai anggaran negara tidak dapat mendaftar.
- Dinyatakan bebas narkoba berdasarkan pemeriksaan kesehatan oleh Panpus/Panda.
- Tidak mendukung atau ikut organisasi atau paham yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
- Membuat surat pernyataan bermaterai untuk tidak melanggar norma agama, kesusilaan, sosial, dan hukum.
- Membuat surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI pada semua bidang tugas kepolisian, ditandatangani peserta dan diketahui orang tua atau wali.
- Membuat surat pernyataan bermaterai untuk tidak mempercayai pihak yang menawarkan, menjanjikan, atau menjamin kelulusan tes, ditandatangani peserta dan diketahui orang tua atau wali.
- Calon yang memakai sponsor atau koneksi dengan menghubungi panitia atau pejabat berwenang lewat telepon, surat, atau bentuk apa pun melalui orang tua, wali, keluarga, atau pihak lain akan didiskualifikasi.
- Ijazah dari sekolah luar negeri harus mendapat pengesahan dari Kemendikbudristek.
Persyaratan lengkap tersedia dalam dokumen pengumuman berukuran 257,94 KB yang bisa diunduh. Jika dokumen lambat terbuka, muat ulang atau buka di tab baru. Baca juga informasi Penerimaan Tamtama Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2024.
Tanggung Jawab Taruna/I Akpol
Selama pendidikan, Taruna/I Akpol mengikuti pembentukan disiplin, pengetahuan kepolisian, dan latihan fisik. Setelah lulus, kamu akan bertugas sebagai Perwira Pertama Polri dengan pangkat IPDA. Penempatan berlaku di seluruh wilayah NKRI sesuai bidang tugas kepolisian.
Cara Melamar Taruna/I Akpol Polri
Pendaftaran dilakukan online melalui situs resmi penerimaan.polri.go.id. Lengkapi berkas persyaratan sebelum mulai mendaftar. Batas akhir pendaftaran adalah 21 April 2024.
Lowongan ini gratis dan tidak memungut biaya dalam bentuk apa pun. Waspadai pihak yang menjanjikan kelulusan atau meminta pembayaran. Informasi resmi hanya lewat kanal penerimaan Polri.
Tentang Perusahaan
Polri adalah lembaga kepolisian nasional Indonesia yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, berdiri pada 11 September 1945 setelah Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda, dan sebelumnya bernama Badan Polisi Negara (BPN), Djawatan Polisi Negara (DPN), serta Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI). Polri memakai moto Rastra Sewakotama yang berarti Abdi Utama bagi Nusa Bangsa dan bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberi perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, serta mengatur lalu lintas. Visinya adalah terwujudnya Indonesia yang aman dan tertib untuk mendukung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong.
FAQ Taruna/I Akpol Polri
Apa itu Taruna/I Akpol?
Taruna/I Akpol adalah calon Perwira Polri yang mengikuti pendidikan pembentukan. Setelah lulus, mereka menjadi Perwira Pertama Polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA).
Siapa yang boleh mendaftar Taruna/I Akpol 2024?
Pendaftar adalah WNI pria atau wanita, bukan anggota atau mantan Polri/TNI dan PNS, serta belum pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI. Usia saat pembukaan pendidikan minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun, dengan tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 163 cm untuk wanita.
Bagaimana cara dan kapan batas pendaftaran Taruna/I Akpol?
Daftar online lewat penerimaan.polri.go.id dengan melengkapi berkas persyaratan. Batas akhir pendaftaran 21 April 2024 dan proses ini tidak dipungut biaya.





